Yubal A. Nawipa (Doc. Pribadi)


Oleh: Yubal  A. Nawipa


DOGAIYEPOST.COM, OPINI--Natal yang berada di ujung Tahun merupakan momen terbaik karena Yesus lahir di dunia dalam rupa manusia sebagai sebuah penghargaan  terbesar terhadap umat manusia. Kasih Allah yang besar telah dibuktikan dengan  mengutus anak-Nya untuk melaksanakan misi dan menyampaikan maksud Bapa-Nya kepada dunia. Dengan demikian Natal adalah peristiwa penting dalam sejarah manusia, khususnya bagi umat Kristiani sedunia, sehingga telah menjadi tanda pengingat untuk kita  terus memelihara  dan menyantap buah-buah roh yang terdapat dalam, [Galatia 5:22],  sepanjang kehidupan manusia.


Natal bukalah sebatas menukar kado satu kepada yang lain; natal bukan juga untuk bersedih-sedih, atau terus memikirkan masa lalu yang gelap, namun natal mengingatkan kita bahwa hari penuh sukacita dan gembira serta momen untuk merefleksikan tentang diri untuk kehidupan masa depan yang lebih baik. Melalui kelahiran Yesus Kristus telah membawa damai dan mengajarkan kita tentang buah-buah roh.


Disamping bersua kembali dengan sanak, saudara family, serta dengan handai-tolan, perayaan natal harus kita maknai dengan sungguh-sungguh. Artinya, kita harus jadikan natal sebagai momen pengingat agar kita lebih peka terhadap kehidupan sesama kita. Natal mengisyaratkan supaya kita menaruh perhatian serius dalam kehidupan orang lain. Jangan membawa ego yang hanya mementingkan diri-sendiri dalam kehidupan, tetapi sebaiknya memperhatikan kehidupan disekitar kita dengan berbagi mencukupkan kepada yang berkekurangan supaya ada keseimbangan diantara kita. Diterapkan bukan hanya sehari, atau selama bulan natal (desember) berlangsung, namun untuk sepanjang masa. Sebab sesungguhnya, sekali  Yesus menjelma menjadi manusia mengajarkan dan menunjukkan betapa kasih-Nya yang besar untuk  menyelamatkan umat-Nya dari dosa Manusia, adalah sebuah kepekaan Yesus terhadap umat ciptaan-Nya.


Nah, kita juga mestinya mengikuti jejak Yesus. Untuk meneladani perbuatan Yesus tidak harus menjadi Yesus seutuhnya, kita harus menyadari bahwa kita adalah manusia biasa yang memiliki banyak keterbatasan dan kelemahan, maka selain kata-kata melalui postingan-postingan di media sosial, kita juga memaknai natal dengan Tindakan nyata melalui perbuatan saling mengasihi diantara kita satu sama lain.  Momen natal harus kita pakai untuk menerapkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melakukan Tindakan kebaikkan maka kita telah memaknai natal sebagai momen menyambut Yesus dalam kehidupan untuk selamanya. Yesus Lahir sekali; karena itu kita harus menerima Yesus untuk selamanya, “Sekali di udara tetap di Udara”


“Hai Dunia Gembiralah” kalimat inilah tema besar dalam ibadah gerbang natal IPMAPANADODE JOGLO 2020. Pesan pokok firman pada ibadah gerbang natal yang digaungkan oleh Ev. Kristopel Gurik adalah umat manusia harus bergembira karena Allah hadir ditengah-tengah manusia dalam rupa manusia. Karena itu mari terima Yesus untuk memperoleh keselamatan yang kekal. Sebab jalan keselamatan ke sorga hanya melalui Dia. Yesus datang kita diselamatkan maka kita harus bersyukur. Bersyukur sebab kita telah diselamatkan oleh-Nya.


Momen natal mengingatkan kita untuk tetap bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kepedulian kepada manusia.  Bersyukur kepada Allah adalah salah satu cara kita memaknai bulan natal. Kita harus bersyukur karena Allah masih memberikan nafas baru, hari baru, udara baru, cuaca baru, dan adanya kesempatan itu kita bisa makan sehari tiga kali juga, serta memberikan Kesehatan, kekuatan dan hikmat kepada kita dan bisa bangun tidur dari tempat yang layak. Mengucap syukur pada hari natal mengingatkan kita untuk  mengingat kebaikkan dan kemurahan TUHAN yang diberikan kepada dunia.


Dalam rangkah menjaga keharmonisan baik dalam kekeluargaan, teman, ataupun komunitas, natal tidak harus dirayakan dengan bermegah-megah, sebab intisari dari natal bukalah terletak pada ukuran kemewahannya.  Ukuran Natal yang bermakna adalah menunjukkan kesederhanaan dan kerendahan hati; boleh bersenang-senang tetapi jangan berlebihan. 


Kita harus tahu  terlebih dahulu latar belakang mengenai Yesus dilahirkan dimana; apa maksudnya  Ia dilahirkan ditempat seperti itu;  siapakah orang-orang pertama yang menyambut Yesus; Dan bagaimanakah  kondisi dan situasi pada waktu itu, dan sebagainya. Kalau membaca Alkibat, khususnya buku-buku yang menuliskan tentang Riwayat Yesus, disana lebih banyak mengatakan Yesus lahir di Betlehem, di sebuah kadang yang terhina, dan tidak pernah merayakan pesta besar. Maka dapat disimpulkan bahwa Yesus lahir dalam  kesederhanaan. Dalam dinamika kehidupan sosial, sikap kita tentang kesombongan, iri hati, dengki, kecemburan, perzinaan, amarah, dan sebagainya harusnya buang jauh-jauh, karena natal mengingatkan kita untuk membuang segala yang menimbulkan perang, unsur-unsur yang menciptakan perpecahan satu sama lain.


Natal sesungguhnya mengingatkan kita untuk hidup dengan kerendahan hati. Kalau Yesus pernah lahir dalam kesederhanaan, mengapa kita tidak pernah hidup sederhana dan lebih banyak membuang waktu dengan keangkuhan, baku gosipan, dan iri? Hal-hal inilah yang perlu kita buang di laut biar makanan bagi ikan-ikan di laut.


Semoga alarm bunyi lonceng natal Tahun 2020 ini mengingatkan kita  terus untuk menjejaki langkah Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari. Selamat menyambut Putra Natal, Yesus Kristus sang raja damai. [Amin].


Post a Comment

Previous Post Next Post