Pdt. Lukas Gobay Pioner Penginjil Tutup Usia dan Ternyata Begini Riwayatnya - Dogaiye Post

Breaking

Home Top Ad

No Dialog; Yes Referendum

SEGERA

Bebaskan Tahanan Politik Papua

Saturday, October 31, 2020

Pdt. Lukas Gobay Pioner Penginjil Tutup Usia dan Ternyata Begini Riwayatnya


 

Alm. Pdt. Lukas Gobay
[Sumber:Doc. Laman Fecebook Noakh Nawipa]

NABIRE, DOGAIYEPOST.COM--Hari Rabu, 28 Oktober 2020 Pendeta Lukas Gobay Pioner Penginjil Meepago, Papua buah pertama putra pribumi orang Mee didikan Alm. Elisa Gobay dikabarkan meninggal dunia tepat pada pukul 11 Malam waktu setempat. Penyambung lidah Kabar keselamatan itu menghembuskan nafasnya pada usia yang ke (Belum diketahui).


Ternyata Pahlawan Penginjil Alm. Pendeta Lukas Gobay ini memeluk Injil sejak masa kecilnya di kampungnya harus mengakhiri karier hidupnya di kampung halamannya  sebagai tempat tugas atau pelayanannya yaitu di Jemaat (KINGMI) Efata Kugitadi Klasis Weya Kordinator Paniai.


Keinginan dan tekadnya yang besar sejak usia dini untuk menjadi pahlawan Kristus dalam memenangkan jiwa bagi TUHAN dibuktikannya  melalui pelayanan-pelayanan di banyak daerah mulai dari daerah yang dekat dengan pusat pekabaran Injil hingga sampai daerah-daerah terisolir.


Bagi Alm. Pdt. Lukas Gobay  hidup untuk TUHAN. Sepanjang hidupnya keputusan mengikuti TUHAN tidak pernah berubah, ia mengabdi kepada TUHAN tetap setia. Keputusan untuk melayani TUHAN adalah keputusan yang paling tepat menurutnya. Setiap orang yang diutus  TUHAN harus kembali kepada-Nya.


RIWAYAT HIDUP PENDETA PIONER LUKAS GOBAI

(Sumber: Pdt. Noakh Nawipa di laman Facebook-nya)


Pdt. Lukas gobay lahir di Kugitadi, Distrik Paniai Timur, Kab. Paniai, Papua. Degeituma Gobay dan Ukauwomude Yeimo alias Lidia Yeimo adalah ayah dan ibunya yang melahirkan dan membesarkan Pdt. Lukas Gobay sebagai anak laki-laki sulung, setelah Dobiyoto Maria Gobay yang adalah kakaknya perempuan satu-satunya dalam keluarga ini. Alm. Pdt. Lukas Gobay memiliki empat saudara laki-laki diantaranya Yeremia Uwodegi Gobay, Paulus Gobay, Manawo Gobay dan Ben Gobay.


Alm. Pendeta Lukas Gobay pada masa kecilnya menunjukkan keinginannya mengikut mamanya yang sudah mendengar Injil melalui para pekabar Injil di Gadopugaida, Uwamani sekitar tahun 1940-an. Atas pengaruh mamanya itu, Maria Gobay dan Lukas Gobay masuk sekolah buta huruf di Uwamani tahun 1952. Lukas Gobay yang masih muda itu berhasil tamat sekolah buta huruf kemudian lulus belajar aka, Kabomaki satu, Kabomaki dua, Kabomaki tiga, Kabomaki 4. Lalu belajar kitab Injil Markus, hafal Yohanes 3:16. Elisa Gobay dan Ruth Yogi adalah guru mereka. Tahun 1954 Elisa Gobay mendarat di sungai Balim jadi pioner Injil di sana, Lukas Gobay dan Musa Gobay masuk Sekolah Alkitab Bahasa Daerah di Enarotali.


Alm. Pendeta Lukas Gobay belajar Alkitab selama 6 (enam) tahun. Empat tahun di Enarotali dalam Bahasa daerah dan dua tahun di Kebo dalam Bahasa Indonesia bersama teman-teman kelasnya antara lain Pdt. Yosia Tebay, Pdt. Musa Gobay, Pdt. Mikha Pigai, Pdt. Timotius Degei, Dll.


Setelah tamat Sekolah Alkitab Bahasa Daerah di Enarotali, Alm. Pdt. Lukas Gobay menikahi  Ema Degey dijadikan sebagai istrinya. Hasil pernikahan itu melahirkan seorang perempuan yang cantik bernama Yubelina Gobay, Istri Bpk. Ishak Nawipa sekarang.


Setelah tamat dan menikah, Pdt. Lukas Gobay dan Pdt. Timotius Degey diminta oleh Pdt. Ken Troutman untuk merintis Injil di Tanah Moni. Pdt. Lukas Gobay ditempatkan di Maapa, daerah Homeyo sekarang. Tapi tahun 1965 kembali melanjutkan sekolah Alkitab Bahasa Indonesia di Kebo dan tamat tahun 1966.


Tahun 1966 sampai tahun 1968 menjadi gembala sidang di Kebo lalu tahun 1968 almarhum merintis pekabaran Injil di Nabire. Gereja (KINGMI) pada saat itu hanya Jemaat Maranatha Karangtumaritis, Nabire.


Kemudian tahun 1970 Alm. Pdt. Lukas Gobay dimutasikan di Mogoya, Paniai Barat. Tahun 1973 diutus kembali ke Nabire lagi sampai tahun 1977.  Tahun 1978, Alm. Pdt. Lukas Gobay sebelum diangkat menjadi Ketua Klasis Weyadide yang akan menjabat selama 3 periode hingga tahun 1985, ia menjadi pendeta di Jemaat (KINGMI) Madi, Paniai.


Alm. Pdt. Lukas Gobay tetap setia pada panggilan-Nya. Tetap tahun 1988 menjadi gembala sidang di Yimouto lalu pindah ke Kugitadi tahun 1988 dan menetap di Kugitadi hingga tahun 2020 mengakhiri karier pelayanannya di Jemaat Efata Kugitadi.


Semasih pelayanannya yang tak mengenal lelah ini, dia telah mengabdi kepada TUHAN seumur hidup. Orang hebat seperti Pdt. Lukas Gobay ini telah menjadi saksi dan teladan hidup yang luar biasa bagi anak dan cucu cicitnya.


Tahun 1990-an istri tercintanya, mama Ema Degey dipanggil TUHAN di Jayapura. Kemudian dalam tahun sama 1990-an, ia menikah lagi dengan Ferderika Yeimo. Dan tepat pada tanggal 28 Oktober 2020 jam 11 malam, Pdt Lukas Gobay dipanggil TUHAN dan meninggalkan istrinya serta anak, cucu dan cicitnya dengan tenang di alam baka.


[Rest in peace orang kekasih Allah untuk selama-lamanya]

 

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Terimakasih anda sudah bagikan