BELAJARLAH MENCINTAI DIRI APA ADANYA - Dogaiye Post

Breaking

Home Top Ad

No Dialog; Yes Referendum

SEGERA

Bebaskan Tahanan Politik Papua

Tuesday, July 14, 2020

BELAJARLAH MENCINTAI DIRI APA ADANYA


Fhoto: Eliaser Pigai. 

Oleh: Eliaser Pigai

Siapakah Aku? Kalau Aku memilih nama, latar belakang, penampilan, prestasi, kepandaian, dan keterampilan tertentu yang kurang baik, jangan berkecil hati. Sebab, sesungguhnya eksistensi Aku bukan hanya sebuah nama, penampilan, prestasi, latar belakang, dan keterampilan tertentu. Aku lebih dari pada semua itu. Aku tidak ditakdirkan untuk memiliki kekurangan, tetapi juga memiliki kelebihan dan bahkan kemuliaan dari Tahun.

Aku mencakup seluruh kedirian yang meliputi hidupku, termasuk di dalamnya baik-buruk latar belakang dan keluargaku, baik-buruk pengalaman hidupku, dan segala kelebihan-kekurangan yang meliputi diriku.

Belajar mencintai diri apa adanya berarti belajar menerima baik-buruk dan segala hal yang meliputi seluruh hidupku. Menyangkal sesuatu yang menjadi bagian dari hidupku adalah menyangkal dan menolak diri sendiri atau tegasnya belum bisa mencintai diri sendiri.

Mencintai diri berarti menerima diri apa adanya. Menerima diri apa adanya tidak berarti pasrah dan membiarkan diri terbelenggu oleh situasi hidup tertentu yang kurang baik, melainkan dengan kebesaran jiwa berani menerima kenyataan yang meliputi keberadaan diri dan mengambil langkah untuk membangun masa depan.

Kalau ada sesuatu yang membelenggu di masa lampau dan masa kini, apa pun bentuk belenggunya, termasuk dalam hal relasi, kita harus berani tegas melepaskannya demi menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan. Tak ada istilah terlambat, terlanjur dan dosa bagi mereka yang bertindak ingin menghargai dan menyelamatkan hidup demi membangun masa depan yang lebih baik, sesuai panggilan Tuhan bagi setiap insan.

Setiap manusia bertanggung jawab terhadap hidup pribadinya. Oleh karenanya, ia harus berani menata dan melepaskan diri dari segala belenggu dan ketergantungan hidup dengan segala hal dan juga relasi yang tidak mendukung menuju jalan hidup yang benar dan baik.

Meskipun Anda sebagai manusia tanggung jawab untuk mengasihi sesama, tetapi kalau Anda belum bisa menyelamatkan dan mengasihi diri sendiri, bagaimana Anda melakukannya?

Jangan jadi orang yang suka iri hati. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Kekuranganku adalah kelebihanmu, kelebihanku adalah kekuranganmu. Mengapa Anda harus menggelisahkan diri dengan iri hati pada orang lain, bahkan ingin menjadi orang lain? Bukankah Tuhan sudah memberi banyak kelebihan kepada diri Anda, yang tidak dimiliki orang lain, selain diri Anda sendiri?

Tidakkah Anda tahu, bahwa banyak orang diam-diam iri hati dengan kelebihan yang ada pada diri Anda, dan Anda tidak pernah melihatnya, karena Anda terbelenggu melihat kekurangan diri, Anda terlalu sibuk melihat keluar dan terlalu sibuk mencari apa yang tidak Anda miliki?

Saat Anda memilih ingin menjadi seperti orang lain, betapa pun hebat dan gemilang prestasi dan hidupnya, Anda sesungguhnya telah melacurkan diri Anda. Bersedilah dan merataplah jiwa Anda, karena Anda tidak berani melepaskan diri dari pelacuran ini, karena Anda ingin selalu menjadi orang lain dan tidak bisa hidup damai dengan diri sendiri.

Iri hati ibarat sebutir pasir di mata Anda, yang akan menyakitkan diri sendiri dan membuat diri tidak pernah bisa mengagumi keindahan hidup pribadi yang dimilikinya sendiri. Hidup pribadi Anda tidak akan pernah menjadi lebih baik kalau tidak mendapat penerimaan dan penghargaan yang sepantasnya.

Maka belajarlah mencintai diri sendiri dengan menerima diri apa adanya. Tanpa sikap cinta ini, Anda tidak akan pernah memiliki apa pun dalam hidup ini, termasuk akan kehilangan diri Anda sendiri. Inilah jalan kebijaksanaan menjadi orang besar dan berkenan di mata Tuhan.

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Terimakasih anda sudah bagikan