Tugas Fundamental Pemerintah Adalah Membangun Sumber Daya Manusia Dan Melestarikan Sumber Daya Alam - Dogaiye Post

Breaking

Home Top Ad

No Dialog; Yes Referendum

SEGERA

Bebaskan Tahanan Politik Papua

Wednesday, June 24, 2020

Tugas Fundamental Pemerintah Adalah Membangun Sumber Daya Manusia Dan Melestarikan Sumber Daya Alam

Foto:Jhon Timepa. Mahasiswa Papua. Asal Kab.Paniai.Propinsi Papua


Oleh: Jhon Timepa 

Tujuan utama atau mendasar dalam suatu Pemerintahan adalah membangun Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA) dan pemerataan pembangunan (Infrastruktur) menuju kesejahteraan dan kemakmuran rakyat,"Manusia-lah yang kemudian memanusiakan manusia"

Oleh karena itu Pemerintah Daerah Wilayah Meepago, lebih khusus Kabupaten Paniai. Janganlah kemudian mengkotak kotakkan, dalam hal ini membangun SDM dan SDA serta infrastruktur dengan cara mengedepankan kepentingan privat dan bersifat Egoisme untuk membangun segala aspek di suatu daerah kekuasaan.
  
Yang paling miris lagi bahwa, ketika seorang pemimpin itu menjadi pengusaha atau Pebisnis demi kepentingan pribadi (Privat) melandasi Amanat yang diberikan oleh Allah dan Rakyat kecil. 

Beberapa bulan belakangan ini, ketika mengikuti jejak kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai, Banyak hal yang kami apresiasi dan supportif, namun banyak juga yang diniai salah. Kami sadar dan paham bahwa setiap kepemimpinan, pasti mempunyai kelemahan dan kelebihan.  

Untuk hal ini, yang ingin saya mau kritik adalah kebijakan yang dinilai keliruh. Kenapa.? Menurut saya, bahwa tidak ada kekuatan Hukum yang mendukung ketika seorang pemimpin menjadi Pengusaha atau Pebisnis.

Saya sebagai putra daerah setempat, kaget dan kecam.! Ketika melihat salah satu Kios dan beberapa usaha Milik Bupati 01 Paniai, di Kampung/Desa Baya Biru, Distrik Baya Biru, Kabupaten Paniai-Papua. Sementara masalah penambangan Ilegal di sepanjang sungai Degeuwo yang berbasis HAM belum ditangani secara serius oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai sebagai Wilayah kekuasaannya sendiri. 

Masalah Penambangan Ilegal di sepanjang aliran sungai Degeuwo yang berbasis Hak Asasi Manusia (HAM) adalah bukan masalah baru lagi, namun karena perode ke periode Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai tutup mata terhadap masalah tersebut.

Saya juga tahu kok! Bahwasannya setiap Bupati Paniai pura-pura tidak tahu, melihat kerusakan lingkungan tapi pura-pura tidak lihat dan mengerti atau paham tapi masih pura-pura tidak paham. Atau benar benar tidak paham untuk mengatasinya.

Ketidakpedulian adalah karakteristik buruk dalam hal kepemimpinan. Anda tidak bisa dikatakan sebagai pemimpin sejati jika tidak peduli dengan apa atau siapa yang Anda memimpin, Pasti hanya mencari posisi, bukan mengembangkan potensi. 

Pemimpin bukan hanya bos. Seseorang dikatakan pemimpin jika ia menggerakkan perubahan, mampu mengembangkan potensi diri dan lingkungan. Kepemimpinan adalah tentang perhatian terhadap potensi diri sekaligus orang lain untuk maju. Tujuan Pemimpin harus menempati janji kampanye dan Visi atau Misi. 

Kepemimpinan bukan tentang retorika, tapi aksi nyata. Kepemimpinan memang bisa dilihat dari visi misi seseorang, namun aksi-aksi nyatalah yang bisa mengantar Anda sebagai figur pemimpin sejati. Sekali lagi."Manusia-lah yang kemudian membangun Manusia dan Alam".

SARAN. 
Para pimpinan lembaga Eksekutif dan Legislatif serta jajarannya di Kabupaten Paniai yang hormati. Jika memang kalian adalah diutus oleh Allah dan Rakyat Paniai, maka selesaikanlah dengan serius masalah penambangan emas terbesar secara Ilegal di sepanjang sungai Degeuwo yang berbasis Hak Asasi Manusia HAM. Para pimpinan yang terhormat, bapak dorang tidak perlu repot untuk pikir banyak untuk menyelesaikan masslah tersebut, namun cukup lakukan sebagai berikut:
1. Kerja sama antar Kab. Nabire dan Paniai.
2. Kerja sama dengan Lembaga LPMA SWAMEMO sebagai Otoritas menindaklanjuti Pergub Papua Nomor 41 Tahun 2011. 
3. Cabut Surat Ijin Usaha Penambangan, gugat serta adili para pelaku penambang ilegal sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan cara ini cara ini maka masalah Degeuwo akan diselesaikan dengan baik dan profesional. 

PENUTUP.
Harapan dan masa depan kehidupan masyarakat Tiga Suku Walani, Mee dan Moni adalah tergantung pada Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai.



Credit:Berliy Tenouye/DogaiyePost

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Terimakasih anda sudah bagikan