Foto: Aktifis ULMWP Meepago di Sekretariat Nabire

Jayapura, Dogaiyepost.com_  Papua wilayah meepago pada Tgl 11-06-2020. Menanda tangani ribuan petisi manual, untuk menolak hukum rasis indonesia dan meminta segerah membebaskan terhadap 7 tahanan politik Papua di balikpapan dan tahanan politik Papua lainya yang dipenjarakan oleh hukum Indonesia.

"Kami rakyat Papua diwilayah meepago telah mendatangani ribuan petisi manual, Mulai dari Intan jaya sampai di Nabire, sebagai penolakan hukum rasis di indonesia dan tuntutan pembebasan 7 tahanan politik dikaltim, balikpapan, dalam video durasi singakt" Kata Anton Gobay

"Jika petisi kami dan keinginan kami tdk diindahkan, maka solidaritas rakyat Papua dimeepago akan melakukan aksi-aksi protes terhadap hukum rasis indonesia,"Katanya

Rakyat Papua menilai juga. Hikum indonesia adalah rasis.

"Kami Melihat korban rasisme dijadikan pelaku rasisme, dan putusan hukum indonesia lebih mempersulit kepada korban rasisme, tapi pelaku hanya memebrikan hukuman ringan.  Karna itu kami menilai Hukum Indonesia itu Rasis," Kata Berliy Tenouye Anggota ULMWP Meepago

"Kami minta agar segera membebaskan 7 tahanan politik. Yang sekarang sedang jalani proses hukum dikaltim, Balikpapan," Katanya.

Kami menegaskan bahwa segera bebaskan ke 7 tahanan politik papua, karena Hukum indonesia itu Rasis, di mata rakyat Papua.

Edit: Admin Dogaiyepost













Post a Comment

Previous Post Next Post