Maraknya Anak- Anak Aibon, Bagaimana Gereja Harus Melihat - Dogaiye Post

Breaking

Home Top Ad

No Dialog; Yes Referendum

SEGERA

Bebaskan Tahanan Politik Papua

Thursday, June 4, 2020

Maraknya Anak- Anak Aibon, Bagaimana Gereja Harus Melihat

Foto: Anak-anak jalanan sedang menghirup lem gastol


Oleh: Berliy Tenouye

Dalam Pelayanan gereja-gereja sibuk bicara surga dan neraka. tentang dimana itu surga dan nimana itu neraka. Apakah gereja cukup hanya bicara surga dan negara.?

Bagaimana kita harus melihat generasi bangsa papua yang dititipkan oleh Tuhan untuk mewarisih kerajaan surga di bumi ini. Pada suatu harinya mereka, direbus,digoreng dan dimandikan oleh lajunya moderisasi kotor yang menabrak generasi kita dengan cara Iblis yang dikendarai oleh manusia kejih itu.
Tentunya ini menyedihkan..? Gereja harus sedikit keluar melihat generasi bangsa dengan sepenuh hati. Gereja jangan hanya tetap membenarkan yang benar tetap benar dan yang salah tetap salah.

Anak-anak jalanan/aibon, Mereka harus ditangkap dengan jalan kebenaran, dan dengan cara memaksa, disertai Doa-doa yang penuh ketekunan iman.
Agar kekuatan iblis harus dilawan dan di amputasi hari ini, bersama Kuasa Tuhan.

Pasti hanya Karena gereja tidak melihat, kini anak-anak kita terlantar tidur di jalan dengan pekerjaan negatifnya, jangan salahkan negara atau Pemerintah daerah, sebab alokasih dana untuk lembaga keagamaan sudah cukup besar.
Dan Sebagai kebijakan Gubernur Papua, 10%  dari dana otsus untuk 43 lembaga denominasi Gereja yang ada di Papua selalu dialokasikan setiap tahun.
Sungguh demii.? Gereja harus kreatif dan berani inovasi menciptakan misi-misi baru untuk menyelamatkan generasih Papua yang masih tidur dijalan, hari ini semakin marak kekuatan iblis pada generasi bangsa kita, Gereja untuk anak-anak aibon, dan gereja harus bergerak.

Kerja Iblis merasuki pola pikir anak-anak Papua, Tidak ada pembentukan karakter yang baik, hanya Gereja yang dapat melawan metode iblis dengan kekuatan Doa.
Tanah Papua hari ini Iblis sedang bersarang besar, Namun Gereja sedang tidur diatas Pemerintah dan di tempat-tempat kebaktian public.
Semestinya Gereja dan Pemerintah harus duduk dan meringgis program berupa yayasan peduli kasih atau pun yayasan lainya.

Seperti pelayanan tersebut  yang dibuka oleh: Pater Garry.
Pater garry ia telah Membuka Cafe anak jalanan. Untuk membina anak-anak jalanan menuju ke jalan Tuhan. bisa di chek di bio Link webnya Pater Gerry ( https://suarapapua.com/2019/06/02/bina-anak-jalanan-pater-gerry-buka-cafe-rohani/ ).

Dan? Gereja tidak serta merta menghidupkan tradisi keagamaan saja,tapi hari ini di era baru di abab ke 21, tugas Gereja sudah semakin berat semenjak Iblis mulai pakai budaya baru untuk merekrut hambah-hambahnya di rumah iblis.
Untuk itu, Gereja harus lebih beruba melihat setiap zaman yang dinamis menggikuti perkembangan masyarakat digital Dan kehadiran Negara atau pemerintah adalah tantangan yang menjadi alat Iblis.
pemerintah hari ini bukan solusi, karena hidup kita di Papua adalah Budaya, Dan uang adalah kehancuran jika kita tidak siap, tapi apabila kita bijak, Uang dapat menjadi solusi.

Kekuatan Iblis telah melebihi kekuatan Tuhan hanya karena manusia semakin keluar dari koridor Tuhan. mestinya hari-hari besar di berbagai kota di Tanah Papua, harus ramai dengan tradisi2 Doa-Doa besar bagi bangsa Papua. Seperti hari paskah harus lebih ramai dijalan2 dengan parade salib Tuhan selama satu minggu. Gereja dan komunitas Rohani harus mengajak seluruh umat kristiani turung ke jalan. Natal harus ramai di kota selain di Gereja, Mungkin saja dari kebiasaan itu maka dengan sendirinya kita melawan Iblis dengan simbol Allah di momen hari-hari besar Tuhan.

Menciptakan karakter untuk generasi bangsa kita yang semakin lemah menjadi semakin kokoh melihat harapan di kemudian hari adalah bagian dari Tugas Gereja dan juga keluarga.
Ketika Agama bertindak menyatakan Tuhannya, kekuatan negara dalam roh yang berbedah akan pergi mengakui ketekunan manusia pada Tuhannya, Dan pelayanan dalam Gereja harus beriman besar menyelamatkan manusia. harus lebih melawan iblis dalam kebangkitan Roh Tuhan sebab..? Iblis ada disegalah tempat, Bukan saja di Gereja namun di zaman ini ada di segala sendi-sendi hidup manusia. Gereja harus lebih beriman mengikuti zaman yang terus dinamis.

Pembangunan rohani gereja harus bangkit. hari ini gereja harus lawan Iblis di Papua. Dan karna Iblis telah menampakkan dirinya melalui jalan-jalannya. Iblis telah menodai manusia melalui makanan, sex dan kekuasaan (kenikmatan ragawi/kuasa gelap).
Alam Papua sudah tidak berdaya sebab..? Manusia tidak pada jalan yang semestinya. komunikasi antara Manusia pada Tuhan dan Alam semakin hilang tak nampak, yang terbenam hanya kepentingan yang sesat.

Generasi sebagai penerus bangsa Papua sedang dibombardir oleh cara-cara Iblis yang pada akhirnya manusia Papua akan hilang dari peradaban Papua dari tanah Papua.

Itulah kondisi hari ini di seluruh tanah Papua. mesti semua elemen-elemen hidup orang Papua di tanah Papua mata harus berubah mengikuti zaman.
Bukan Budaya, sebab dengan Zaman baru ini anak-anak sebagai generasi bangsa Papua hancur.Mereka harus dibawah keluar oleh Gereja
Gereja harus berubah dan melihat ke jalan-jalan dan menjadi solusi bagi manusia Papua. Dan banyak sekali Gereja-gereja sibuk membicarakan tentang surga dan neraka.

Tetapi mereka tetap saja akan mengambil sepotong kata dan tidak mementingkan anak-anak jalanan itu. Dan yang selalu Mereka rasakan tentang anak-anak aibon adalah setan atau hal buangan didunia ini. Padahal gereja-gereja harus memperhatikan anak-anak aibon, Untuk hidup di dunia ini, dan demi Tana ini bmgsa yang dililih dari Tuhan.

Dan yang seharusnya Gereja-gereja sibuk untuk membenarkan yang namanya aibon untuk menuju ke jalan Tuhan. Bukan membenarkan orang yang benar tetap benar dan yang salah tetap salah…Sayang

Tuhan Yesus menyertai anak-anak jalanan itu..Amen.

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Terimakasih anda sudah bagikan