Kemunculan Internet Mengakibatkan Tirani Geografis Kian Memudar - Dogaiye Post

Breaking

Home Top Ad

No Dialog; Yes Referendum

SEGERA

Bebaskan Tahanan Politik Papua

Wednesday, May 6, 2020

Kemunculan Internet Mengakibatkan Tirani Geografis Kian Memudar

Ilustrasi Globalisasi



Globalisasi membawa dunia ke arah yang sulit diprediksi menjadikan bumi yang sebelumnya berukuran sedang telah berubah menjadi kecil. Fenomenal tersebut dipicu oleh ketersediaan segala macam sarana alat transportasi, telekomunikasi, media masa dan ilmu pengetahuan serta saking murahnya biaya transportasi mempermudah seseorang secara mudah dan bebas dapat mengakses untuk berintraksi tanpa ada hambatan tirani geografis.

Media sosial menghubungkan orang-orang yang berpikiran sama. Mereka tidak menyukai orang-orang yang  berbeda pandangannya, mereka lebih banyak bertemanan dengan orang-orang  yang seiman dan tidak dapat berkompromi dengan orang yang bukan setujuan.

Pada era ini, ternyata informasi sudah menjadi suatu bentuk kekuasaan yang dapat mempengaruhi sesama.  Kemunculan media sosial nampaknya cenderung menjadi alat mobilisasi berguna untuk memungkinkan kelompok atau individu yang berpikiran sama untuk bersatu dalam berbagai masalah telah menjadi perhatian bersama.

Media sosial telah memfasilitasi informasi buruk dalam rangka upaya melemahkan lewan politiknya. Sehingga sebagian orang memakainya tanpa mempeduikan baik atau buruk, menguntungkan atau merugikan, abaikan kesopanan demi mendapatkan indentitas dan reputasi yang lebih baik.

Berbagai ketakutan tentang masa depan banyak orang telah mengekspresikan dalam karya fiksi ilmiah. Kebanyakan orang meramalkan atau membayangkan masa depan berdasarkan pada teknologi baru yang lebih banyak menyimpulkan bahwa pada masa depan  akan menelanjangi semua unsur entah birokrasi, individualitas maupun privatisasi.

Novel  1948 dari George Orwell meramalkan Big Brother telah mengendalikan individu melalui layar. Sementara karangan Aldous Huxley “Brave New World” melihat negara menggunakan Bioteknologi sebagai penunjangan pada stratifikasi sosial dan kontrol masyarakat.  Akan tetapi belakangan ini distopia yang telah dibayangkan tersebut dalam beberapa dekade telah berubah pada abad ini ketika kehancuran lingkungan dan virus-virus ini menjadi tidak terkendali akhirnya menjadi pusat perhatian.

Ko tahu ka tidak, perubahan di semua lini terutama bidang politik sedang difasilitasi oleh teknologi. Kemunculan media masa yang namanya internet berpotensi dan bahkan tidak dipungkiri bahwa sedang menjamin banyak orang dalam manjalin relasi antara satu dengan yang lain.  Oleh karena itu saya menyimpulkan bahwa masa depan tidak lagi didonimasi oleh penguasa kediktatoran  negara secara terpusat melainkan akan diambil ahli oleh fragmentasi sosial yang terbagi-bagi akibat kemunculan teknologi yang namanya Internet.

Banyak orang akan menjadikan virtual sebagai ajang berintraksi  dan mengubah identitas mereka sesuai ketertarikan atau sesuka hati. Media dan internet telah ternyata memfasilitasi kebanyakan orang untuk membentuk komunitas-komunitas yang mandiri yang bukan dipalangi oleh hambatan fisik melainkan kesamaan keyakinan dan identitas bersama.

Akhir dari opini ini saya berpendapat bahwa identitas yang sedang bersemayam  ini tidak melekat dan tidak secara khusus  diberikan lewat kelahiran akan tetapi identitas dapat digunakan untuk memecah, boleh juga untuk berintraksi. Akhirnya ia akan memperbaikinya.

admin

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Terimakasih anda sudah bagikan