MUA dan Re-organisasi Ipmanapandode Joglo ke VII Melahirkan Badan Pengurus Baru - Dogaiye Post

Breaking

Home Top Ad

No Dialog; Yes Referendum

SEGERA

Bebaskan Tahanan Politik Papua

Sunday, March 15, 2020

MUA dan Re-organisasi Ipmanapandode Joglo ke VII Melahirkan Badan Pengurus Baru



Usai Kegiatan, Peserta Musyawarah Umum Anggota (MUA) dan Re-Organisasi foto bersama. Foto: Ansel Tebai

Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai Yogyakarta dan Solo telah menyelenggarakan Musyawarah Umum Anggota (MUA) dan Re-organisasi ke VII  lantas melahirkan badan pengurus baru yakni Ketua Yosia E. Tebai; Wakil Ketua Petronela Mote; Sekretaris Paulus Tekege; Bendahara Deki Agapa akan memimpin  organisasi Ipmanapandode Joglo selama satu tahun kedepan sesuai Bab IV Pasal 14 yang tertuang dalam ART. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Asrama Dogiyai Yogyakarta, berturut-turut selama dua hari Jum’at dan Sabtu (13-14 Maret 2020)

Ketua Panitia MUA dan Re-organisasi Elias Kamo menyampaikan dua tahapan besar kegiatan yakni pembahasan AD/ARTI dan pemilihan badan pengurus  baru sudah berlangsung secara tenteram namun pihaknya bulum bisa memastikan tanggal pelantikan dan  pembubaran Panitia tapi dirinya berjanji  akan melantik dalam waktu yang dekat.

“akan ada satu kegiatan lagi yang akan kita selesaikan mungkin itu masih belum kami lalui untuk menfixkan pelantikan dan pembubaran panitia tapi sementara tanggalnya masih belum pasti tapi kita tidak akan lewat dari satu minggu kedepan” jelasnya.

Yosia E. Tebai yang baru terpilih ini mengaku  akan menjalankan program kerjanya dengan memfokuskan pada pelatihan-pelatihan seperti melatih masak ubi, mengajarkan bahasa daerah (Mee), membuat pakaian adat dan mengkreasi anak panah dsb; selanjutnya sosialisasi berupa saling memberi atau saling mencukupi kepada sesama  serta menjaga dan turut membersihkan lingkungan sebab refreshing  juga adalah bagian dari sosialisasi.

“praktek seni dan budaya itu karna di ipmanapandode kan banyak anggota yang belum tahu cara masak ubi, cara buat pakaian adat, cara buat anak panah terus bahasa Mee juga hanya tahu dengar saja tapi banyak yang belum tahu jadi satu tahun kedepan ini akan berusaha untuk mencapai.”

Selanjutnya Tebai dan jajarannya siap memfasilitasi dan menjadi katalisator dalam mengembangkan potensi serta bakat yang dimiliki setiap anggota lewat  program-program kerja setiap kordinator karena itu penting sekali dan saling membantu dalam menyelesaikan perkara besar maupun kecil.
“saya mendukung sa pu anggota ipmanapandode sesuai mereka punya bidang yang mereka tekuni saat ini  selalu sa support sama mereka trus mereka juga mendukung saya dalam  masalah kecil maupun besar apapun.” Pungkasnya

Selain itu Yuberson Giyai sebagai peserta MUA notabene senior ipmanapanadode melihat bahwa kegiatan MUA merupakan salah satu kegiatan yang  perlu belajar sehingga menjadi bekal untuk masa depan supaya pengetahuan itu dapat diterapkan di Papua. Disamping itu, beliau berpesan jangan sekali-kali melupakan moto We are One Now and Forever (Kita satu sekarang dan selama-salamanya).

“Kegiatan MUA ini selagi kami mahasiswa itu salah satu mendukung jadi hal kecil tapi membentuk untuk masa depan dan kita selesai studi dari sini ke papua daerah masing-masing itu salah satu pengetahuan kami; pesan jangan lupa kita punya moto “kita satu sekarang dan selama-lamanya” itu yang perlu kita pegan dari sini, pulang juga kita pegang dan kita bangun Papua” tutupnya

admin

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Terimakasih anda sudah bagikan